KPU Kota Bitung Intensifkan PDPB di Enam Kecamatan, Fokus Perbaiki Anomali Elemen Data
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bitung terus memperkuat validitas data pemilih melalui kegiatan Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) yang dilaksanakan secara intensif pada 25 hingga 26 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian krusial dari tahapan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) untuk memastikan data warga tetap akurat, bersih, dan sinkron dengan data kependudukan terbaru. Coktas kali ini difokuskan pada anomali elemen data—seperti perbedaan nama, tanggal lahir, NIK, hingga NKK—antara data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Capil) dengan Data Pemilih Aktif yang ada di sistem KPU.
1. Rangkaian Kegiatan Hari Pertama ( 25 Februari )
Pada Rabu (25/2), KPU membagi tim menjadi dua kelompok kerja guna menjangkau empat kecamatan secara serentak:
• Tim 1 (Maesa & Aertembaga): Dipimpin oleh Kadiv Rendatin KPU Kota Bitung, Frangky Takasihaeng. Verifikasi dilakukan di Kelurahan Kakenturan Dua (Maesa) dan Kelurahan Aertembaga Dua (Aertembaga) guna menyisir ketidaksesuaian administrasi pemilih.
• Tim 2 (Girian & Madidir): Dipimpin oleh Wakadiv Rendatin, Yunnoy S. Rawung, bersama Sekretaris KPU, Poula Ezra Tuturoong. Tim berkoordinasi di Kelurahan Girian Atas (Girian) dan Kelurahan Paceda (Madidir) untuk melakukan sinkronisasi dokumen fisik dengan database.
2. Ketua KPU Pimpin Peninjauan Langsung ( 26 Februari )
Pada hari kedua, Kamis (26/2), Ketua KPU Kota Bitung, Deslie D. Sumampouw, Bersama Kadiv Rendatin KPU Kota Bitung, Frangky Takasihaeng dan staf. turun langsung di wilayah Matuari dan Ranowulu dengan didampingi pimpinan wilayah setempat.
• Kecamatan Matuari: Di wilayah ini, tim KPU didampingi langsung oleh Camat Matuari, Fonda Femmy Orah, S.Sos. Meskipun pemilih yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat, proses verifikasi anomali pada elemen data tetap berjalan lancar berkat koordinasi dengan pihak keluarga.
• Kecamatan Ranowulu: Di Kelurahan Pinokalan, Ketua KPU didampingi oleh Camat Ranowulu, Ir. Dolfi Nelson Rumampuk. Di lokasi ini, ditemukan pemilih yang sedang sakit, namun tim berhasil menuntaskan Coktas setelah pihak keluarga (orang tua dan istri) kooperatif menunjukkan dokumen kependudukan autentik untuk memperbaiki perbedaan elemen data yang ditemukan.
Komitmen Integritas Data
Ketua KPU Kota Bitung, Deslie D. Sumampouw, menegaskan bahwa perbaikan anomali elemen data sangat vital untuk mencegah potensi masalah di kemudian hari.
"Fokus kami adalah memastikan tidak ada perbedaan antara data Capil dan data KPU. Baik itu salah satu digit NIK atau ejaan nama, semuanya harus presisi. Kehadiran para Camat dalam pendampingan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara penyelenggara pemilu dan pemerintah daerah untuk menjamin hak pilih warga secara akurat," tegas Deslie.
Melalui koordinasi yang solid ini, KPU Kota Bitung berkomitmen menghasilkan data pemilih yang mutakhir, faktual, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.